Minggu, 15 Juni 2014

pernikahan agama melalui perspektif sosiologi dan filsafat manusia

a. Perspektif Sosiologi

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk, khususnya bila dilihat dari segi etnis/suku bangsa dan agama. Konsekuensinya, dalam menjalani kehidupannya masyarakat Indonesia dihadapkan kepada perbedaan - perbedaan dalam berbagai hal, mulai dari kebudayaan, cara pandang hidup dan interaksi antar indvidunya. yang menjadi perhatian dari pemerintah dan komponen bangsa lainnya adalah masalah hubungan antar umat beragama.
Keadaan masyarakat Indonesia yang majemuk menjadikan pergaulan di masyarakat semakin luas dan beragam, hal ini telah mengakibatkan pergeseran nilai agama yang lebih dinamis daripada yang terjadi pada masa lampau. Hal ini tentu saja dianggap oleh masyarakat kita sebagai penyalahan atau pergeseran nilai - nilai agama yang ada. Tak jarang hal ini sering menimbulkan gejolak dan reaksi keras di kalangan masyarakat kita. Masalah ini menimbulkan perbedaan pendapat dari dua pihak pro atau kontra, masing - masing pihak memiliki argumen rasional maupun argmen logikal yang berasal dari penafsiran mereka masing - masing terhadap dalil - dalil agama tentang pernikahan beda agama.

b.Filsafat Manusia

Dari dalam segi filsafat manusia penikahan beda agama yaitu filsafat encoba mengubah cara berpikir seseorangdari karakteristik "menghakimi" menjadi persepektif "memahami". Orang yang terjebak pada sikap penjustifikasi, akan sibuk menimbang - nimbang kesalahan yang dilakukan orang lain. sementara tipelogi memahami, akan lebih terbuka untuk menerima 'keganjilan - keganjilan' yang tak biasa dilakukan masyarakat. sehingga semua berpulan kepada masing - masing orang. sebagai makhluk rasional, manusia telah dibekali kemampuan untuk memilih. dalam konteks ini manusiabebas, apakah mau mengedepankan agama atau mengikuti kata hati atau cinta.


sumber: 
-http://grelovejogja.wordpress.com/2010/04/15/nikah-beda-agama/
-http://iaa-surabaya.blogspot.com/2013/04/perkawinan-beda-agama-di-indonesia.html

Rabu, 04 Juni 2014

Colonialism and development, cultural exchange and survival

Kolonialisme: suatu usaha untuk melakukan system permukiman warga dari suatu Negara di luar wilayah Negara individunya atau Negara asalnya.
Dalam sejarah perkembangan kolonialisme, politik kolonial modern mulai tumbuh semarak sejak Abad ke-16. Awal mula politik kolonialisme modern adalah berbagai penemuan besar yang dilakukan oleh para pedagang bangsa Barat (Eropa). Bangsa yang dapat disebut sebagai koloniasator pertama adalah bangsa Inggris, Perancis, dan Belanda yang menguasai sebagian Amerika Utara, Hindia Barat, Hindia Muka, dan Hindia Timur.

Imperialisme: usaha memperluas wilayah kekuasaan atau jajahan untuk mendirikan imperium atau kekaisaran. 
 
Filosofi development :
filosofi intervensi adalah pembenaran ideologis untuk campur tangan dalam kehidupan penduduk asli, didasarkan pada asumsi bahwa seseorang memiliki cara yang unggul hidup atau berpikir

Environmentalisme adalah gerakan sosial yang dimotori kaum penyelamat lingkungan hidup. Gerakan ini berusaha dalam segala cara, tanpa kekerasan, mulai dari aksi jalanan , lobi politik
hingga pendidikan publik - untuk melindungi kekayaan alam dan ekosistem.

#religious change
Religious homogenization: penyeragaman agama atau keyakinan

Sumber:
http://aryguna.blogspot.com/2009/01/apa-itu-environmentalisme_915.html?m=1
http://www.pengertianahli.com/2013/12/pengertian-kolonialisme-apa-itu.html?m=1
http://ips-book.blogspot.com/2013/03/pengertian-kolonialisme-dan-imperialisme.html?m=1
http://yoezronbloon.blogspot.com/2009/10/pengertian-perkembangan.html?m=1

Pada tanggal 4 juni 2014 pukul 23.00

Selasa, 06 Mei 2014

Economic System

>Industrial Society adalah Masyarakat yang bergantung pada mekanisme untuk memproduksi barang -barang dan layanan.

   >Capitalism: suatu paham sistem ekonomi yang bermodal pada kekuasaan tertinggi untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Kapitalisme mulai berkembang setelah Perang Dunia Pertama, abad ke- 19. Contoh negara- negara yang menganut kapitalisme, yaitu: Jerman, Inggris, Perancis dan Rusia. Karl Marx adalah tokoh penganut kapitalisme. Perkembangan teori ekonomi yang dirumuskan Karl Marx dituliskan dalam buku Das Kapital (The Capital), mengungkapkan bahwa kapitalisme hanya dapat disingkirkan apabila golongan pekerja mengambil alih kerajaan melalui revolusi. 
     
        >Laissez faire yaitu sebuah teori yang keberadaannya mendorong terjadinya perdagangan bebas yang dicetuskan oleh kaum fisiokratis , tetapi teori ini juga identik dengan pandangan atau teori adam smith dalam bukunya yang berjudulThe Wealth Of Natios tentang mekanisme pasar bebas.
      
        >Monopoli sebagai suatu kondisi dimana hanya ada satu penjual yang menawarkan (supply) suatu barang atau jasa tertentu. Secara harfiah, "penjual tunggal." Sebuah situasi di mana satu perusahaan atau individu memproduksi dan menjual seluruh output dari beberapa barang atau jasa yang tersedia dalam pasar tertentu.

<Sosialism: aliran politik dan ekonomi yg didasarkan pada : penguasaan negara atas alat-alat produksi, keadilan distribusi, dan perencanaan menyeluruh.

    
   >Communism: sistem ekonomi di mana semua properti komunal dimiliki dan tidak ada perbedaan sosial yang dibuat atas dasar sistem ekonomi.



disarikan berdasarkan: 

binusmaya.co.id
http://id-id.facebook.com/notes/media-islam-online/pengertian-sistem-kapitalisme-sosialisme-islam/10150132838764549
http://farhana-ekonomi.blogspot.com/2012/10/monopoli.html
http://wawanhariskurnia.blogspot.com/2012/12/teori-laissez-faire-laissez-passer.html

diunduh pada tanggal 6 mei 2014, pada jam: 23.00 wib

Rabu, 23 April 2014

human organisation (GROUP)

Group!

Group: sejumlah / sekumpulan orang yang memiliki norma-norma yang sama, nilai-nilai, dan harapan yang berinteraksi secara teratur.

Tipe - tipe didalam group:
-Primary group: kelompok-kelompok yang ditandai ciri-ciri kenal mengenal antara anggota-anggotanya serta kerjasama erat yang bersifat pribadi. Salah satu hasil hubungan yang erat dan bersifat pribadi
-Secondary group: kelompok – kelompok besar yang terdiri dari banyak orang, hubungannya tidak perlu berdasarkan kenal mengenal secara pribadi dan sifatnya juga tidak begitu langgeng.
-In-group: suatu perasaan perikatan antara satu orang dengan orang lain dalam suatu kelompok sosial tertentu. Perasaan tersebut sangat kuat sehingga membentuk suatu perilaku – perilaku sosial tertentu seperti : Solidaritas, kesediaan berkorban, kerja sama, konformitas, obediance, dll. 
-Out-group: Out-side feeling, seseorang merasa bukan bagian dari kehidupan kelompok. Out-group feeling selalu ditandai munculnya perilaku antogonistik dan antipati. Sehingga muncul gejala prejudiace, paranoid, etnocentristic, non koperatif, lalai, dan sebagainya.
-reference group: kelompok sosial yang menjadi acuan  bagi seseorang untuk membentuk pribadi dan perilakunya.


disarikan berdasarkan :
http://septha49.wordpress.com/2008/06/27/kelompok-kelompok-sosial-dan-kehidupan-masyarakat/
https://5osial.wordpress.com/tag/out-group-dan-in-group-feeling/
http://wiwiberbagi.blogspot.com/2012/05/kelompok-primer-primary-group-dan.html

diunduh pada tanggal 22 april 2014 pada pukul 6:30



Senin, 21 April 2014

wawancara

Pada hari ini kelompok kami bertugas untuk mewawancarai mahasiswa dan pedagang yang berada di lingkungan kampus Binus. Kami berhasil mewawancarai 3 orang (2 mahasiswa dan 1 orang mahasiswa)

Berikut pertanyaan dan jawaban yang sudah berhasil kami dapatkan.

Pertanyaan yang kami angkat:

Permasalahan di Desa:
-Menurut Anda apakah sarana umum di desa sudah baik?

Lapangan pekerjaan 
-Menurut Anda mengapa banyak sekali penduduk Desa yang mencari kerja di Kota?

Ekonomi dan Pendidikan
-Makin banyaknya pengangguran menyebabkan angka kemiskinan semakin tinggi, walaupun banyaknya lapangan pekerjaan tidak sesuai dengan latar pendidikan, menurut Anda bagaimana cara penyelesaiannya? Apakah rata - rata ekonomi di Indonesia sudah bisa dibilang baik?

Politik
-Apa yang diharapkan masyarakat untuk pemimpin Indonesia kedepannya? Siapa dari sekian banyak sosok capres yang termasuk dalam kriteria tersebut?

Jawaban










Nama: Adika
Umur: 22 tahun
Pekerjaan: mahasiswa


1. Desa: Sarananya belum cukup baik, masih banyak jalanan di Desa yang rusak, transportasi juga masih       banyak yang belum memadai, tempat - tempatnya juga masih kurang bersih.

2. Lapangan pekerjaan: Karena lapangan kerja di Kota lebih banyak dan juga gajinya lebih besar daripada di Desa.

3. Ekonomi: Ekonominya belum baik, karena masih banyak kesenjangan sosial. kalau masalah penyelesaiannya mungkin dengan cara lebih memperbanyak lapangan pekerjaan dan juga kemiskinan lebih banyak diberantas lagi.
                                         
4. Politik: Pemimpin yang lebih jujur dan tegas. Sosok yang ada dalam kriteria tersebut menurut saya Prabowo.

 









Nama: Rian
Umur: 22 tahun
Pekerjaan: Mahasiswa

Menurut Rian,
1. Desa: Tergantung wilayahnya ya, tetapi rata - rata di Indonesia semua sarananya belum memadai.

2. Lapangan pekerjaan: Biaya dan gaji yang tinggi, serta lapangan pekerjaan di Desa masih kurang.

3. Ekonomi: mutu pendidikannya harus lebih ditingkatkan karena masih kurang, dan juga pengelolaan sumber daya alam dan manusia.
 
4. Politik: Pemimpn yang jujur, bertanggung jawab atas tugasnya, berwibawa dan konsisten, seperti Jokowi.












Nama: Amar 
Umur: 31 tahun
Pekerjaan: pedagang

Menurut Amar,
1. Desa: sarana umum pada desa belum memadai, masih banyak tempat - tempat yang rusak seperti tembok - tembok yang kotor, transportasinya juga kurang memadai.

2. Lapangan pekerjaan: kurangnya lapangan pekerjaan dan karena gajinya di  Kota lebih besar.

3. Ekonomi: membuka lapangan pekerjaan dan ekonomi di Indonesia ini masih sangat rendah.

4. Politik: pemimpin yang tegas dan berani, yaitu Prabowo. karena prabowo latar belakangnya adalah militer.

Sumber wawancara: Adika (22th), Rian (22th) dan Amar (31th)
Lokasi wawancara: kampus Bina Nusantara Anggrek
wawancara dilakukan pada tanggal 21/4/2014, pukul: 09.30 WIB

Jumat, 11 April 2014

Hasil Wawancara

halo bloggers,
Saya telah mewawancarai dua orang dengan dua pekerjaan yang berbeda dengan dua sudut pandang tentang keluarga dan suka duka kehidupan mereka yang mereka jalani. Berletak di salah satu mall keluarga yang berada di Tangerang ini, saya berhasil mewawancarai keduanya.
Berikut ini merupakan hasil dari wawancara saya terhadap dua sumber.

Nama: Eko
Umur: 28
Pekerjaan: pelayan hypermarket

Hasil wawancara dengan pak Eko:

1. Apa arti keluarga menurut Anda?
    Keluarga adalah bagian dari hidup saya yang sangat penting

2.  Nilai – nilai apa yang Anda dapatkan dari kehidupan?
     Nilai perjuangan yang keras dalam hidup

3.  Apa yang tepenting dalam hidup Anda?
     Ya tentu saja ibadah kita kepada Tuhan dan kemudian keluarga






Nama: Erna
Umur: 43 tahun
Pekerjaan: Ibu rumah tangga

Hasil wawancara dengan bu Erna:

1. Apa arti keluarga bagi Anda?
    Komunitas untuk berkumpul dan tempat dimana kita bisa saling sharing

2. Nilai – nilai apa yang Anda dapatkan dari kehidupan?
    Bagaimana kita bisa tersenyum pada saat kita menjalani hidup

3. Apa yang terpenting dari hidup Anda?
    Kasih dan cinta terhadap sesama




kesimpulan dari hasil wawancara tersebut bahwa keluarga sangatlah penting adanya bagi mereka dan tentunya dengan nilai - nilai kehidupan yang dijalani dengan rasa bahagia dan tanpa beban, serta hubungan antara kita dengan sesama dan juga dengan Tuhan:)


lokasi: Mall Summarecon Serpong
narasumber: pak Eko dan bu Erna
tgl wawancara: 29 maret 2014
diunduh pd tgl: 11/04/2014




seminar kelurga:)

pada sabtu tanggal 29 maret 2014, saya mengikuti seminar mengeni keluarga yang berada di Fame Hotel Serpong.

Disana banyak ilmu yang saya dapatkan mengenai pengertian dari keluarga itu sendiri. Diseminar tersebut juga banyak menjelaskan tentang bagaimana cara mendidik anak, salah satunya akan saya jelaskan cara bagaimana cara mendidik anak di era global yang saya dapatkan pada seminar keluarga

  1. belajar dan mengenal TIK
 cobalah memanfaatkan gadget untuk mencari informasi yang positif tentang pengetahuan agama, perkembangan anak, keluarga, atau informasi - informasi yang menunjang pengembangan profesi.  Orang tua atau Guru dapat menjadi role model dalam penggunaan teknologi yang baik. 
  1. Menyaring dan Menyeleksi Kontennya Dan Melakukan Pendampingan
jangan lupa untuk selalu mendampingi anak ketika mereka menggunakan gadget. Selalu siap sedia memberi penjelasan jika mereka mengajukan pertanyaan tentang konten yang mereka akses atau lihat.

  1. Kendalikan Waktu Akses, Ajak Anak Bermain dan Berinteraksi Tanpa Mesin   Orang tua dapat membuat kesepakatan dengan anak – anak kapan mereka akan menggunakan gadgetnya. Dan jangan lupa untuk menyingkirkan gadget ketika berkumpul bersama keluarga agar interaksi secara optimal dapat terjadi.

   4. Pelajari Apa Yang Bermanfaat Dari Teknologi, Mulai dari Kita Sebagai Orang Tua

ketika memberikan informasi, ajak anak untuk ikut melakukan pencarian. Ini sangat penting dilakukan karena anak akan mengetahui bagaimana caranya melakukan pencarian informasi di internet dengan gadgetnya. Jadi kita harus menjadi orang tua harus menjadi role model dalam pemanfaatan gadget yang bijak.

   5. Daftar Aplikasi iPad dan Android untuk Belajar

Gadget berupa tablet tidak hanya sebagai perangkat bermain, namun dapat menjadi perangkat belajar. Maka sebagai orang tua di era digital (Digital Parents) Orang tua lah yang berperan untuk mendidik atau mengajarkan anak bagaimana menggunakan gadget tersebut agar bermanfaat positif untuk dirinya.



disarikan dari; buku tentang "tantangan pendidikan anak di era globalisasi' dan seminar keluarga, pada tanggal 11/04/2014